TATAMI SEBAGAI BUDAYA JEPANG PADA INTERIOR DESAIN INDONESIA
No. Klas
:
00000065/MG
Pengarang
:
Dinar Ayu Anggita Sari
Penerbit
:
FAKULTAS ILMU BUDAYA, SURABAYA, 2025
N.I.M
:
-
Pembimbing
:
-
Kolasi
:
-
Digital Copy
:
5
Pinjaman Aktif
:
0
Synopsis
:
Tatami adalah alas tradisional yang berasal dari Jepang. Tatami semakin
populer di berbagai negara, termasuk Indonesia. Laporan ini disusun berdasarkan
pengalaman magang di perusahaan yang bergerak dalam produksi dan distribusi
tatami. Tujuan dari magang ini adalah untuk memahami proses produksi tatami. Selama magang, penulis terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari
proses pembuatan tatami yang meliputi pengukuran ruangan, teknik penyatuan
tatami dengan bahan-bahannya, hasil produk, dan pengemasan produk akhir
tatami. Menurut Taylor, F. W. (1911): cientific Management pembuatan tatami
adalah proses produksi, termasuk teknik pengukuran, penyatuan bahan, hingga
pengemasan. Selain itu, penulis juga melakukan pengamatan untuk
mengidentifikasi permintaan tatami di kalangan masyarakat, baik untuk
penggunaan tradisional maupun modern. Menurut Maslow, A. H. (1943):
Hierarchy of Needs dapat digunakan untuk menjelaskan permintaan masyarakat
yang mungkin didasarkan pada kebutuhan kenyamanan atau estetika. Hasil magang ini menunjukkan bahwa tatami memiliki peluang pasar yang
menjanjikan di Indonesia, khususnya di kalangan masyarakat yang menghargai
nilai estetika tradisional Jepang. Menurut Porter, M. E. (1980): Competitive
Strategy membahas potensi pasar berdasarkan analisis daya tarik pasar, tren
konsumen, dan segmentasi.Selain itu, menurut Aaker, D. A. (1991): Managing
Brand Equity menekankan pentingnya membangun kelebihan tatami melalui
edukasi konsumen dan promosi yang strategis untuk meningkatkan kesadaran
kelebihan dari tatami. Penulis juga menemukan tantangan dalam pemasaran
tatami, seperti kurangnya pemahaman masyarakat tentang ukuran, manfaat, dan
penggunaan tatami yang tepat. Oleh karena itu, diperlukan strategi edukasi dan
promosi yang lebih efektif untuk meningkatkan kesadaran dan minat konsumen. Menurut Kotler, P. (1971): Marketing Management membahas pentingnya
edukasi konsumen untuk meningkatkan pemahaman produk, manfaat, dan
penggunaan mengenai tatami. Kesimpulan dari laporan ini menekankan pentingnya inovasi dalam desain
dan pemasaran tatami agar dapat bersaing dengan produk lain di pasar. Dengan
memanfaatkan keunikan tatami dan mengedukasi masyarakat tentang nilai budaya
dan manfaatnya, potensi pertumbuhan industri tatami di Indonesia dapat
dimaksimalkan.