PENGGUNAAN KATA UMPATAN (NONOSHIRI NO KOTOBA) DALAM MANGA WIND BREAKER VOLUME 1 KARYA NII SATORU
No. Klas
:
00000124/SKR
Pengarang
:
FUAD ROMADHONA
Penerbit
:
FAKULTAS ILMU BUDAYA, SURABAYA, 2025
N.I.M
:
-
Pembimbing
:
-
Kolasi
:
-
Digital Copy
:
5
Pinjaman Aktif
:
0
Synopsis
:
Penggunaan kata umpatan atau nonoshiri no kotoba sering kali dikaitkan dengan
ekspresi emosi negatif, seperti kemarahan atau hinaan. Namun, dalam budaya
Jepang, istilah ini memiliki makna dan peran yang bervariasi tergantung pada
konteksnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan nonoshiri no
kotoba dan konteks yang melatarbelakangi penggunaannya dalam manga Wind
Breaker karya Nii Satoru Volume 1. Data berupa potongan percakapan tokoh
dalam manga Wind Breaker karya Nii Satoru Volume 1 yang mengandung tuturan
nonoshiri no kotoba. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan
pendekatan sosiopragmatik, difokuskan pada pemetaan kategori jenis, frekuensi,
fungsi dan konteks sosial yang memengaruhi penggunaan nonoshiri no kotoba
oleh karakter dalam berbagai adegan. Dengan menggunakan teori SPEAKING
(Hymes, 1972), penelitian ini mengelaborasi aspek setting and scene, participants,
ends, act sequences, key, instrumentalities, norms, dan genre dari setiap ujaran
umpatan yang ditemukan dalam percakapan. Setelah dilakukan analisis, diperoleh
hasil sebagai berikut: terdapat penggunaan nonoshiri no kotoba di 5 lokasi dan 3
situasi waktu yang berbeda (S), dengan jumlah partisipan sebanyak 3 kelompok
yaitu (1) tokoh utama Haruka Sakura, (2) preman kota, (3) tokoh pendukung (P).
Tuturan tersebut memiliki 20 maksud dan tujuan (E), disampaikan dalam bentuk
dialog percakapan informal (A). Terdapat 15 cara penyampaian atau nada (K),
seluruhnya secara lisan dan langsung (I). Norma yang dilanggar meliputi norma
kesopanan dan etika komunikasi, di mana nonoshiri no kotoba sering
menimbulkan ketidaknyamanan dan memancing respons emosional dari lawan
bicara (N), dengan tuturan berbentuk percakapan dialog (G).